Tentang Penulis

Ibrahim Mandres

Lahir di Yaman Barat, 23 Agustus 1975, Ruslan Ismail atau biasa menggunakan nama pena Ibrahim Mandres adalah konsultan pendidikan yang bergerak di bidang kepengasuhan santri di pondok pesantren. Ayah dari lima anak ini, menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri Jaman Masjid, Pidie, Aceh (1988). Kemudian jenjang pendidikan menengah dan menengah atas diselesaikan di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo (1995). Setelah lulus dari pondok tersebut, penulis melanjutkan pendidikan lanjutan setara S1 di Pesantren Tinggi Ma’had Aly An-Nuur, Surakarta (2000).

Ketertarikannya dengan dunia manajemen kepengasuhan santri sudah muncul sejak menjadi pengurus IST (Imaratu Syu’uni Thalabah) di Pesantren Al-Mukmin. Berbagai macam buku dan referensi tentang kesantrian menjadi bacaan favoritnya. Minat ini semakin bertambah kuat saat pertama kali pada 1996 ditugaskan untuk menjadi pengasuh (musyrif) di Pondok Pesantren Nurul Huda, Purbalingga.

Kemudian pada tahun (2002), dengan berbagai pertimbangan, beliau memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Di sana, oleh pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Aceh, penulis diminta untuk menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Modern Dayah Tgk Syi’ Daud Beureueh, Aceh hingga Tahun (2005). Selepas dari sini, penulis bergabung bersama kafilah Da’i Al-Sofwah dan terjun berdakwah di daerah pedalaman Aceh. Beriringan dengan itu, penulis juga ditunjuk sebagai Dewan Pembina Muallaf di Lembaga Dewan Dakwah Aceh hingga tahun (2010).

Selanjutnya, penulis mendapatkan amanah baru untuk memimpin Pondok Pesantren Al-Kazeem, Banda Aceh. Pondok yang didirikan dan didanai penuh oleh Lembaga Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) khusus bagi anak yatim pasca tsunami di Aceh. Terhitung enam tahun lebih beliau memimpin pondok tersebut. Atas karunia dari Allah Ta’ala, penulis mendapatkan hadiah haji dari lembaga Ash-Shilah Syekh Eid Qatar dengan katagori Mudir terbaik dalam penataan dan pengelolaan pondok pesantren binaan se-Indonesia.

Pada tahun (2013) beliau diminta untuk mengasuh Pondok Pesantren Imam Syafi’i Tanjung Pura, Sumatra Utara. Lalu pada (2015) penulis diajak bersama-sama untuk mengelola Pesantren dan Sekolah Islam Terpadu Surya Melati Tulungagung, Jawa Timur. Kemudian pada akhir tahun (2015), penulis dipercaya untuk memimpin Pondok Pesantren Putri Ma’had Aisyah Ummul Mukminin, Bogor. 

Pada tahun (2018), dengan segala pengalamannya dalam mengasuh santri, penulis berinisiasi mendirikan Kafa Institute; lembaga riset dan konsultan yang bergerak dalam bidang kepengasuhan pondok pesantren. Salah satu progam unggulannya adalah Dormitory Educator Academy (DEA), sebuah progam worshop/training peningkatan skill kepengasuhan musyrif (pengasuh) dalam membimbing santri di Pesantren.

Saat ini, selain menahkodai lembaga Kafa Institute, penulis yang punya hobi berkebun ini juga aktif mengajar di Pesantren Tinggi Ma’had Aly Darus Syahadah, Simo, Boyalali. Di sela-sela kesibukannya, penulis juga sering mendapat undangan untuk menjadi narasumber dalam forum diskusi dan seminar parenting di berbagai lembaga pendidikan. Penulis bisa dihubungi melalui Whatsaap 0821-8305-2577 atau bisa direct message via instragam @ibrahimmandres

Puguh Santoso (Mr. Poo)

Puguh Santoso atau lebih dikenal dengan nama pena Mr. Poo. Dilahirkan di sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di kota Trenggalek pada 23 Maret 1985. Menekuni dunia santri telah dimulai sejak pertama kali mengajar di Pesantren Al-Kahfi, Hidayatullah, Surakarta (2005)

Ayah dari tujuh anak ini menamatkan pendidikan sekolah dasar di MI Muhammadiyah Sawahan Watulimo 1991-1997. Kemudian meneruskan pendidikan di MTsN Watulimo Trenggalek dan lulus tahun (2000).

Jenjang study berikutknya diselesaikannya di kota yang sama, yaitu di SMK Muhammadiyah Watulimo (2003). Lulus dari pendidikan menengah atas, penulis melanjutkan studi Bahasa Inggris di Basic English Course (BEC) Pare Kediri (2004).

Setelah mendapatkan sertifikat mengajar dari BEC, penulis langsung mendapat amanah untuk menjagar di empat Lembaga pendidikan sekaligus; MI Muhammadiyah Sawahan, MTs Al Burhan Watulimo, SMP Muhammadiyah Watulimo dan SMA Muhammadiyah Watulimo. Sembari mengajar di beberapa lembaga tersebut, penulis melanjutkan kuliah Jurusan Guru Bahasa Inggris di STKIP PGRI, Tulungagung (2008).

Minatnya tentang dunia santri terus bertumbuh. Hingga penulis bisa merasakan langsung dunia pesantren dengan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Simo, Boyolali dan lulus tahun (2010)

Setelah lulus dari pondok, penulis langsung mendapatkan kepercayaan untuk mengasuh santri di Pesantren Al Islam, Tulungagung. Pada saat yang sama, juga diamanahi untuk mengajar Bahasa inggris di SDIT Surya Melati, Tulunggagung. Lalu pada tahun 2012 diangkat menjadi kepala sekolah di Lembaga tersebut hingga tahun 2016.

Kemudian, untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas tentang dunia santri, pada penghujung tahun 2016, penulis menerima salah satu tawaran untuk menjadi Guru Bahasa Inggris sekaligus kepala sekolah di Ma’had Aisyah Ummul Mukminin, Cijeruk, Bogor. Selanjutnya, pada tahun 2018 penulis juga diminta untuk menjadi dosen bahasa Inggris di Akbid Bunda Auni, Bogor.

Setelah sekian lama mengajar dan mengasuh santri di berbagai macam sekolah dan pondok pesantren, pada tahun 2019 penulis bersama Ustadz Ibrahim Mandres ikut menggagas dan memprakasai lahirnya lembaga Kafa Institute. Kini, selain menjadi Mentor DEA Academy di Kafa Institute, penulis juga aktif mengisi kajian parenting di berbagai majelis ta’lim yang ada di Solo Raya. Untuk berakrab diri, penulis dapat dihubungi melalui email: nebsongorm@gmail.com IG: @puguhmrpoo atau bisa langsung melalui WA 0821-4210-0160